Feeds:
Posts
Comments

Shanghai Mega City kedigdayaan china

 

 

setelah sekian lama tidak mengeblokg, saya memutuskan mennuliskan kembali kisah kisah perjalanan super duper late post . mengapa? karena kejadiannya sudah terjadi di 2015 -2012 alias tiga tahun yang lalu.

mungkin sudah lupa juga detil yang terjadi di sana. di perjalanan saya yang ketiga di negara panda ini. beijing, shenzhen dan shanghai. saya melihat setiap kota yang ada di negara dengan jumlah penduduk yang banyak ini memiliki karakteristik masing masing. tidak terkecuali dengan kota shanghai ini.

shanghai sekarang sudah penuh dengan pusat bisnis dan financial institusi yang berskala dunia di kota ini juga pusat bursa saham china berada.

karena tujuan ke shanghai ini untuk pameran maka jalan jalan hanya bisa dilakukan di malam hari. dengan dukungan dari transportasi shanghai yang mumpuni, MRT , bus dll yang terintegrasi tidak sulit bagi para turis dan pelancong dari negara lain untuk datang ke negara ini.

kemana saja saat berada disini ( yang sebagian saya juga sudah lupa ternyata, untuk kecanggihan kameran hp dan teknologi membuat kita bisa mencapture memori-memori sebelumya)

 

dong fang ming chu alias pearl tower atau menara mutiara

tower atau menara mutiara

menara untuk melihat sekitar kota shanghai ini berada di daerah timur sungai yangtse. jadi shanghai di bagi dua daerah PUXI dan PUDONG ( XI untuk BARAT dan DONG untuk TIMUR dalam bahasa mandarin)

berada di pusat bisnis, untuk naik keatas kita harus membayar lagi sesuai level yang diinginkan. menara ini merepresentasikan Bumi, Langit , Surga  ( jadi ada tiga buntelan )

 

 

IMG_3686-small

 

daerah dongfangmingchu ini berdekatan dengan daerah daerah wisata seperti the bund ( saya rasa daerah wisata shanghai tidak banyak, lebih banyak daerah shopping, shangahi menawarkan pilihan yang baik untuk para pelancong yang mencari brand brand ternama)

 

Yuyuan Garden

Yuyuan Garden

Guang Yu

Guang Yu

Zhu Ge liang

Zhu Ge liang

We Love Shanghai

We Love Shanghai

IMG_3881-small

ini kawasan apa yah ? disebelah barat sungai dengan background kota shanghai itu. di tahun 2015 kita menyebutnya posisi yang baik untuk foto kekinian.W2430_IMG_20130514_185213

 

The Bund

The Bund

the bund merupakan kompleks (baca sepanjang jalan) yang berisi arsitektur kuno dari negara negara yang pernah menjajah shanghai / menguasai shanghai ada portugis, perancis, itali. setiap negara memiliki region dan membangun banggunan arsitekturnya .

didukung dengan usaha pemerintah memercantik kawasan ini jadi lah kawasan untuk melihat lihat baik untuk menghabiskan waktu atau study arsitektur. mungkin kota tua bisa di mencontoh model seperti ini

 

lokasi pameran yang super duper gede gaban.

lokasi pameran yang super duper gede gaban.

ini nih pameran yang kita datangi untuk kerja di siang hari. besar sekali. 3 hari kaki serasa pegal mau putus

===================== to be continue ==================================

 

 

 

 

 

KESIMPULAN

shanghai kota metropolitan, yang memberikan pengalaman untuk melihat kota ( saya tidak melihat mereka konsen mengembangkan konten untuk wisatanya)

makanan sama seperti seluruh china beraneka ragam dari yg tidak halal sampai sangat haram, namun banyak juga suku china barat yang membuka makanan halal tapi opsinya mungkin tidak terlalu banyak yah

transportasi kota sudah cukup terintegrasi menjadi satu kesatuan.

 

 

 

 

Konsep science (ilmu) yang mulai melebarkan sayapnya untuk menembus ranah ranah yang lebih luas dari batasan batasan keilmuan tidak lepas dari dukungan teknologi yang memperkuat dan mepercepat proses pembuktian dari asumsi asumsi dan hipotesa yang dihasilkan metode ilmiah.  – Opini saya

salah satunya belakangan ini mulai masuk ke urusan dapur dan proses memasak makanan atau tata boga. ilmu yang khusus dibidang masak ini adalah gastronomy atau gastronomi dalam bahasa indonesia

menurut  oxford dictionary

Definition of gastronomy – 

noun

  • the practice or art of choosing, cooking, and eating good food.
  • the cooking of a particular area:traditional American gastronomy

menurut KBBI ( sudah diserap ternyata ke dalam Bahasa Indonesia, cukup canggih juga yah)  gastronomi adalah

gas·tro·no·mi n seni menyiapkan hidangan yg lezat-lezat; tata boga

Gastronomy was defined by Jean-Anthelme Brillat-Savarin (1825) in the Physiology  of Taste as, “everything connected with the nourishment of man.” Alternately, Merriam Webster defines it as “the  art or science of good eating.” As clear as the founding fathers of molecular gastronomy were that it was to  be a science, the very definition of gastronomy lies in  a nebulous terrain that is not strictly science but one where the vein of the culinary arts runs squarely across. – link Gastronomy_paper

 Gastronomi masih dijelaskan dengan kata seni. namun dalam perkembangannya, gastronomi tersebut tidak hanya menggunakan seni namun berkembanga menggunakan pendekatan ilmiah (science) dalam bidang fisika kimia dalam prosesnya atau sering disebut dengan molecular gastronomy atau gastronomi molekular ( dan segudang nama lainya di link Gastronomy_paper)

gastronomi molekular ditemukan tahun 1988 , ketika dua ilmuwan  Nicholas Kurti and Herve This,  membuat suatu disiplin ilmu baru dalam menginvestigasi transformasi kulner , khususnya di ranah ilmu kimia dan fisika dalam proses persiapan makanan.

karena metode yang dapat dibuktikan secara ilmiah inilah gastronomy sampai memiliki kelas dan diajarkan dalam ranah akademik. beberapa universitas yang memiliki pelajaran ini dapat ditemukan di google dengan kata kunci berikut:

gastronomy site:edu  – link 

tujuan dari gastronomi bisa dilihat dari artikel pada paper dari  Southwest Minnesota State University: SMSU di link Gastronomy_paper

( saya merasa sedang menulis tulisan ilmiah aja….. ini blog jadi serius banget hahahahahaha)

Five Goals of Molecular Gastronomy

When This presented his Ph.D. dissertation “Molecular  and Physical Gastronomy” at the University of Paris  in 1996, he identified five goals of this new science:
“(1) to collect and investigate old wives’ tales about cooking;
(2) to model and scrutinize existing recipes;
(3) to introduce new tools, products, and methods to cooking;
(4) to invent new dishes using knowledge  from the previous three aims; and
(5) to use the appeal 
of food to promote science” (This, 2006, dalam link Gastronomy_paper). ( #males nulis referensi dot com)

====== bla bla bla bla bla bla ====== CUKUP untuk scienties reviewnya ====================

jadi sebenarnya yang ingin diceritakan adalah pengalaman saya dalam membuat bubur kacang hijau kupas.

sebagai seseorang yang awam dalam dunia masakan , kuliner dan dll memasak menjadi sebuah tantangan tersendiri dimana unsur unsur ketidakpastian dalam masakan harus bisa dikendalikan dan terstandar ( gaya teknik produksinya keluar ) sehingga bisa didapatkan masakan yang berkualitas dan dapat dinikmati ( ingat DIMENSI KUALITAS itu RELATIF)

BAB I  PENDAHULUAN:

A. Latar Belakang

latar belakang dari pembuatan bubur kacang hijau ini karena beberapa hal yakni :

  1.  Melihat Bapak Albert memasak Bubur ini,
  2. Sudah membeli bahan baku (kacang hijau ) yang ada sudah cukup lama. ( walau dalam prakteknya ada kekurangan …. kita bahas didepan )
  3. Waktu tersedia ( liburan panjang)
  4. Menikmati hidup (EAT , PRAY and LOVE)
  5. Sepertinya resep ini cukup mudah (hahahahahahah… seperti sulit itu relatif , mudah itu juga relatif

B. Tujuan

Tujuan dari proses ini gak ribet ribet deh hanya semangkuk Bubur kacang hijau yang enak dan sesuai dengan metode Ilmiah. wkwkwkwkwkwkw

BAB II DASAR TEORI

dasar teori dari pembuatan bubur kacang hijau ini adalah……………………………. :

1. Resep BBM albert
2. Terima kasih GOOGLE untuk mengkaji apa itu Molaritas dari Rasa Manis. dll
3. SIX sigma dan PDCA ISO hahahaha dan Deming ….. (teknik  produksi  mode on)

BAB III METODOLOGI

Model pemasakan saya rasa yang terpenting dalam uji coba ini. model nya dapat digambarkan sebagai berikut

model gastronomy

disinilah kita mencoba mendefine target bubur kacang hijau yang dibutuhkan dan bagaimana memrancang, mengimplementasikan , memverifikasi dan mengimprove proses tersebut… PDCA ( deming way )

TARGET  : sudah didefine di latar belakang, nah standar standarnya ditetapkan

PROSES     :  baru kita buat resepnya   ( buat resep bukan jalankan resep….. karena tidak ada resep)

ditentukan lah :

  • – QTY   – 10 mangkok @ 200 – 250 cc lah = 2.5 liter air
  • – Dispersi Kacang hijaunya  ….   ( bungkus sudah terbuang gak lihat berapa gram )     ( larutan , koloid, suspensi ; bisa tersaring; ingat ?  )
  • –  Manis…
    dilakukan kajian Molaritas ( M) … ( karena saya gak tau perbandingan manis  ) menurut referensi [2]. glukosa akan manis pada saat larutan 10 % ( asumsi ; pembuktian dengan sensor lidah ( lihat model) )

namun berhubung berbahaya diabetes  maka dikurangi dari  10 % sehingga gula yang dibutuhkan  adalah   ?

Larutan  = 2.5 Liter H2O ( 1 g/ ml)
zat terlarut = 250 gram gula
konsentrasi larutannya = 250 / 2500 + 250   = 0.09 atau  9.09 % ( tanpa memperhatikan penguapan yang akan membuat naik konsentrari)

  • Fisik lembut dan besar
    Buat jualan harus lembut kacangnya dan besar juga sehingga menambah napsu…

BAB IV PENGAMBILAN DATA DAN ANALISIS

wpid-PhotoGrid_1364609583867.jpg

dari hasil uji coba ada dilihat proses yang dilakukan dari 1 – 5

Proses 1 PERENDAMAN KACANG HIJAU

– Dicuci Bersih , sampai warna warna hilang…. aneh kenapa bisa ada warna kuning . ( bersih belum ada tandanya hanya menggunakan mata untuk melihat tidak ada warna di air keluar = tidak ada zat pengotor yang terlarut dalam air)

– direndam… Perendaman juga tidak ada standarnya… hahahahaha katanya sehari. tapi karena kerjain pagi bisa malam lah.

Proses 2 PENGUKUSAN KACANG HIJAU

– proses perendaman tidak cukup membuat dia lunak

– Dilakukan proses fisika disini yaitu Pemuaian dengan bantuan air sehingga bisa membuat sel lunak. SUHU dan waktu tidak diketahui.

suhu menggunakan kemampuan KOMPOR DAH ( 100 derajat saya rasa) waktu menggunakan sensor tangan. sampai lunak.

ternyata waktu yang dibutuhkan kurang lebih 30 menit ( lama juga)

Proses 3 LARUTAN GULA DAN SAGU

– kemudian dibuat larutan gula dengan konsentrasi  9.09 %  — VERIFIKASI!!!!! ( jangan lupa, gak manis BUBAR masakannya )

– dibuat Pekat dengan SAGU ( takaran tidak ada) sekali lagi sensor mata dan tangan bermain.

metode larutan… = Air dulu, masukin gula, baru sagu.

– sagu jangan dimasukan sekaligus.. karena bisa membuat larutan tidak merata .

tujuannya adalah membuat KOLOID sagu. ( encerkan sagu dengan air dulu sehingga mudah di tuang. biar panas membuat jadi kental)

PROSES 4 FINISHING KOLOID

– larutan sudah jadi kemudian masukan lah kacang hijau…

– dan proses pembuatan koloid. dengan diaduk aduk dan aduk …………………

PROSES 5  JANGAN MAKAN MASIH PANAS!!!!!

– Proses selesai api dimatikan….. tiriskan dan siap dihidangkan ( gaya dapur femina)

– Saya lupa untuk menimbang panci yang berkurang masa airnya… jadi pemantauan dan pengukuran prosesnya kurang lengkap.

W2430_IMG_20130330_120315


BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
W2430_IMG_20130330_120241_0

kesimpulannya adalah :

– Manis cukup lah

– secara fisik kacang hijau sudah cukup besar.

– Koloid dan Dispersinya perlu dibandingkan dengan tukang jualan BENCHMARKING… karena sepertinya yg jualan itu ngapung kacang hijaunya saya tenggelam. perlu dikaji keterkaitan Berat jenis untuk membuat kacang hijau bisa mengabung

– Disajikan dengan Teh Lemon Madu dan Daun Mint. cukup baik di pagi hari.  dan Bolu gulung blueberry. hahahhahaha

Saran :

– Pandan nya tidak ada….. hahahah jadi tidak dikasih ( kepepet )

– Panduan rasa rasa lainnya untuk menambah gurih , asin dan kadar gizi . mengenai rasa ini ada Referensi untuk mengetahui rasa yang disukai[3]…. dapat digabungkan dengan metode statistik untuk mendapatkan rasa yang diinginkan oleh konsumen.

sehingga untuk massproduction bisa mencapai nilai MEAN / rata rata sehingga probalitas terjual lebih banyak.

– Design Of Experiment perlu dilakukan salah satunya point 2 mengenai rasa diatas.

– Dikaji mengenai RAB, mencakup Fiz cost dan variable COST juga.

– perlu di lanjutkan ke perhitungan KALORI dan Kandungan Gizi ( masih awan juga)

Terakhir Selamat menikmati………… 

 
dan BONUS bagi yang mau belajar detail mengenai Gastronomy ini bisa belajar via coursera

https://www.coursera.org/course/scigast

diajar oleh Profesor loh ( 2 orang lagi, extreem):

– Professor Lam Lung Yeung is the Project Manager and Adjunct Associate Professor in the Department of Chemistry at HKUST

– Professor King L. Chow is a Professor of Life Science and Biomedical Engineering.

Referensi :

http://www.smsu.edu/academics/programs/culinology/news/0608featgastronomy.pdf

2 http://bsclarified.wordpress.com/2011/07/07/are-you-tasting-saltiness-sweetness-sourness-or-bitterness/

3 http://www.troy.k12.ny.us/old%20sites/thsbiology/labs_online/home_labs/taste_lab_home.html

welcome to the jungle

Penyemaian…. Welcome to the jungle.. Kecambah muncul

Gardening… menanam hati

Berikut gambar biji bunga matahari… Yg dalam 4 bulan bisa berubah menjadi bunga yang besar…. Hari ke -0

kursi setimbang

image

image

image

image

image

ada yg menarik saat perjalan ke lembang juli 2012.

saya menemukan kursi equilibirium atau kursi setimbang. yg dapat menentukan posisi kemiringan sudut tubuh. kemiringan diatur oleh badan kita. dari posisi duduk sampai posisi tidur atau sejajar.

kreatif dan inovatif. kursi ini cukup nyaman untuk bersantai dan sekedar menikmati hijaunya bukit lembang serta indahnya bintang di langit malam…. hmmm #enjoyindonesia

museum satria mandala

minggu 25 maret 2012. setelah dikecewakan oleh penjual koper yg tidak membawa barangnya, membuat jadwal minggu saya kacau. namun ditengah perjalanan antah berantah saya mampir ke museum satria mandala di jalan gatot subroto

museum yang didepannya terpampang rudal dan helicopter ini sering juga di lewati namun belum pernah di jajaki. maka masuk lah saya ke museum ini. namun apa dikata jadwalnya hanya sampai pukul 09:00 – 14:30 dan tutup dihari senin ini tidak dapat dijelajah seluruhnya. tapi dari hal hal yang dipajang dibagian depan cukup membuat  saya ber” napak tilas” terhadap perjuangan para prajurit ABRI yang bertransformasi namannya menjadi TNI ini.

disisi luar dipajang selain rudal yg telah disebut , juga pesawat pesawat tempur . tang. mobil. ambulance.

dari sisi engineering terlihat alat alat canggih dengan ilmu keteknikan tinggi ini diciptakan untuk berperang alias menghabisi orang. namun hal yg menarik ialah produk tersebut semua dibuat asing hanya satu pesawat hasil research di bandung. pesawat pesawat 50 tahun lalu yg sudah di museumkan ini menggugah pemikiran teknik saya. apakah saat ini kita sudah mampu untuk memroduksi barang barang tersebut.

dimana engineer engineer bangsa ini. kenapa saat ini kedaulatan senjata kita pun masih lemah. melihat sukhoi dan hercules, F 16 masih dari negara lain. .. sedangkan kita hanya menjadi penonton dan penonton dari negeri ini..

 

di sisi dalam museum. terlihat pesawat pesawat yang sudah digroundkan. dahulu pesawat ini mungkin menjadi saksi perjuangan indonesia…

bahkan beberapa pesawat masih menggunakan baling baling mesin tunggal yang terbuat dari kayu. bayangkan saudara saudara dari kayu. kalau terbakar habis lah itu.

 

 

 

tank darat. disisi mobil mobil darat masih terdapat jeep yang membawa panglima besar Jendral Sudirman.

semangat dan kata kata beliau banyak di tulis di papan papan pengumuman mungkin bisa menggugah nasionalisme bangsa kita di abad milenium ini…

 

 

Kopi di kota metropolis

Pagi itu disebuah mall yang masih bersiap siap memulai aktivitas akhir minggunya. sebuah kedai kopi yang menglobal telah beraktivitas satu jam sebelum jadwal operasional yg ditetapkan siempunya mal.

Kopi sebuah minuman hitam yang terbuat dari biji kopi dengan metode yang beraneka ragam telah menjadi bagian keseharian dari aktivitas manusia, di desa maupun kota. secangkir kopi yg dipercaya dapat mengusir ngantuk dipagi hari maupun ketika orang membutuhkan energi extra. yups thanks to caffein.

jaman modern saat ini dimana banyak energi yang dibutuhkan untuk menggisi pundi pundi kopi menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan. secangkir kopi yg bisa dinikmati dengan berbagai variasi seperti capucino, luwak, kopi susu etc (saya tidak minum kopi, sehingga kurang ngeh) membuat kopi menjadi komoditi yang dicari orang.

proses minum kopi pun kita semakin menjadi komoditi yang menjanjikan pasalnya banyak bermunculan berbagai macam gerai kopi. gerai yang tidak hanya berada di pinggir jalan atau kopi gendong yang diseduh, namun gerai profesional dengan managemen yg trainable and educated.
lokasi yang di pusat kota dan keramaian. menjadikan pengalam tersendiri dari proses minum kopi tersebut.

tidak jelas bagi saya apakah mereka ingin menikmati kopi atau menikmati kegiatan menikmati kopi oleh orang lain.

atau pun menikmati rasa kopi yang tidak biasa atau berbeda dari pakem kopi kebanyakan… ah entalah. itu hanya segelas kopi untuk mengusir kantuk.

dari sisi Value Propotion sekarang kopi yang kali ini mewakili produk tidak hanya murni berdiri sendiri namun jasa jasa pengikutnya kini dapat menentukan keberhasilan penjualan produk tersebut. lokasi, pelayanan kepada konsumen, fasilitas pendukung, dan brand image.

Jadi kini semua bisa diberikan nilai nilai lebih.