Toyota Production System (TPS), merupakan sebuah budaya sistem produksi yang dikembangkan oleh Perusahaan keluarga toyoda dari jepang dengan merk dagang Toyota selama seabad lebih yang terbukti menghasilkan produk produk yang berkualitas dan bertarget untuk mencapai kepuasan pelanggan dan senantiasa untuk melihat sebuah proses operasi dari sisi pelanggan.
TPS dikatakan sebagai budaya karena TPS bukan hanya sebagai alat bantu atau teknik untuk mencapai hal hal seperti hasil produksi yang mengalir, just in time production system dan sistem bisnis yang terprediksi dan konsisten dari sisi produksi sampai dengan penjualan namun juga membangun suatu gaya hidup pekerja dan pihak pihak yang terkait dalam proses produksi untuk senantiasa menerima tantangan (challenge) , berubah untuk menjadi lebih baik (kaizen), dan menjadi pembelajar (genchi genbutsu) , percaya pada diri sendiri (learning by doing) juga menimbulkan respek terhadap sesama.
TPS memberikan filosofi filosofi yang dalam kepada semua orang untuk bekerja guna memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat (born to be something) melalui pemikiran pemikiran untuk jangka panjang . dengan pertimbangan-pertimbangan komprehensif (nemawashi) hal ini lah yang mendorong keinginan dalam hati untuk senantiasa memerikan yang terbaik dalam setiap proses (operation excellence)
Menjadi terbaik ini yang didukung dengan beberapa tools, seperti 5s, heijunka atau leveling out the schedule, kaizen atau continues improvement, Jidoka atau intellegence machine, Kanban, SOP , Visual control, sistem produksi yg mengalir, penggunaan teknologi yang reliabel Adalah sekelumit tool tool untuk mencapai esensi dari TPS yaitu exellence.
Dimulai dari hal kecil seperti mengencangkan baut hingga penentuan visi , misi dan kebijakan perusahaan dilakukan terstandar , terprediksi, terimplementasi dengan cepat dan senantiasa di evaluasi untuk mencapai exellence. (Plan Do Check dan Action) alhasil jadi lah sebuah sistem yang senantiasa berputar cepat untuk melesat dan menjadi pemenang diantara pesaing pesainggnya. Seperti kata pepatah Roma tidak dibangun dalam Sehari
