
Menonton dgn banyak pilihan. di (bingung mau sebut apa 21, xxi atau premiere) Theater sekarang, penonton tidak lagi disuguhkan dengan film namun service yang mengikuti.
menonton bukan lagi sekedar hiburan kalangan tertentu namun menjadi gaya hidup tersendiri. tentunya ada budget service makin gaus…
kalau cerita dari filmnya yah sama sama aja. bukan berarti di potong atau di edit. (sapa yang mau nonton kalau begitu, hehehe)
strategi bisnis lain yang saya lihat adalah tidak lagi memutar satu judul film perstudio. jadi dari pada diputer satu film berkali kali, lebih baik dikumpulin orang jadi banyak baru mainkan filmnya. di selang seling.
hal ini juga sudah tidak menjadi masalah dimana saat ini lebih banyak theater yang berada di mall mall. one stop shopping istilahnya bosan menunggu masih ada aktivitas yang dilakukan. dari ngejacko, ngestarbucks, ngegramed, ngemotong rambut, dan ngeMAKSA..
pun kecangihan teknologi internet saat ini membuat cara beriklan teater ini berubah. sekarang orang menonton bukan karena ke mall dan nganggur namun sudah melihat resensi dari internet dll. jadi iklan kan saja di situs. baik desktop maupun untuk versi wap (hp, BB) lengkap dengan jam mainnya. bahkan kita bisa lihat thrillernya lagi.
masih banyak lagi dari strategi harga tiket, suasana pembelian karcis, dll Maju terus aja lah
