aku hean sekali dnegan kebiasaan orang orang indonesia yang suka sekali menaruh tikus hasil buruanya di jalan. kenapa tikus yang tertangkap oleh mereka harus ditaruh di jalan di tunggu untuk di gilas mobil.. badanya hancur , tulang kemana mana, darah merah. daging yang kemana mana, badan yang gepeng..
apa gak heran.. kenapa tikus itu gak dibuang, dikubur, atau apa. coba kalau di taruh dijalan lama lama busuk. kan jadi penyakit. jkalau hujan bekas bangkaianya kan kena kakai orang yang naik motor. banjir. air dari jalan masuk ke got. dari gpt ke sungai.. oranmg mandi di sungai. bahkan ke laut.
orang mandi kelaut mandi bekas bangkai tikus.
memang sudah tidak ada rasa kasihan lagi atau periketikusan sepertinya. tikus mending diapain.. harusnya ada perusaahaterima tikus kali yah kan lumayan bisa jadi umpan makanan hewan berbahaya seperti ular, buaya gitu.
dari pada di buang di tengah jalan. pakai diumpetin plastik dulu. bahaya juga bagi kendaraan motor.
kalau ditanem ditanah setidaknya bisa di urai dan jadi pupuk bagi tanaman. busuk di tempat yang bagus.

badan yang gepeng..
Numpang tanya… Anda pernah digilas mobil atau tank mungkin? Kok Anda bisa “gepeng” sekali.
apa gak heran.. kenapa tikus itu gak dibuang, dikubur, atau apa.
Di Indonesia, manusia saja dimutilasi lalu dibuang ke tempat sampah. Tikus? Dikubur? Joudan janai yoo… :-j
orang mandi kelaut mandi bekas bangkai tikus.
Tidak apa-apa. Belum seberapa kalau dibanding kasus pencemaran Minamata, Teluk Buyat, dst dst dst…
harusnya ada perusaahaterima tikus kali yah kan lumayan bisa jadi umpan makanan hewan berbahaya
Manusia termasuk dalam kingdom animalia, dan termasuk hewan berbahaya karena menjadi penyebab utama global warming. Dan sejauh ini memang sudah banyak sekali kita temui yang namanya “BASO TIKUS”. So literally speaking, Anda tidak punya hak untuk protes