Pagi itu disebuah mall yang masih bersiap siap memulai aktivitas akhir minggunya. sebuah kedai kopi yang menglobal telah beraktivitas satu jam sebelum jadwal operasional yg ditetapkan siempunya mal.
Kopi sebuah minuman hitam yang terbuat dari biji kopi dengan metode yang beraneka ragam telah menjadi bagian keseharian dari aktivitas manusia, di desa maupun kota. secangkir kopi yg dipercaya dapat mengusir ngantuk dipagi hari maupun ketika orang membutuhkan energi extra. yups thanks to caffein.

jaman modern saat ini dimana banyak energi yang dibutuhkan untuk menggisi pundi pundi kopi menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan. secangkir kopi yg bisa dinikmati dengan berbagai variasi seperti capucino, luwak, kopi susu etc (saya tidak minum kopi, sehingga kurang ngeh) membuat kopi menjadi komoditi yang dicari orang.
proses minum kopi pun kita semakin menjadi komoditi yang menjanjikan pasalnya banyak bermunculan berbagai macam gerai kopi. gerai yang tidak hanya berada di pinggir jalan atau kopi gendong yang diseduh, namun gerai profesional dengan managemen yg trainable and educated.
lokasi yang di pusat kota dan keramaian. menjadikan pengalam tersendiri dari proses minum kopi tersebut.
tidak jelas bagi saya apakah mereka ingin menikmati kopi atau menikmati kegiatan menikmati kopi oleh orang lain.
atau pun menikmati rasa kopi yang tidak biasa atau berbeda dari pakem kopi kebanyakan… ah entalah. itu hanya segelas kopi untuk mengusir kantuk.
dari sisi Value Propotion sekarang kopi yang kali ini mewakili produk tidak hanya murni berdiri sendiri namun jasa jasa pengikutnya kini dapat menentukan keberhasilan penjualan produk tersebut. lokasi, pelayanan kepada konsumen, fasilitas pendukung, dan brand image.
Jadi kini semua bisa diberikan nilai nilai lebih.


